zygomycota

Zygomycota : Pengertian, Struktur, Siklus Hidup dan Ciri Ciri Zygomycota

Ciri Ciri Zygomycota – Hallo sahabata lentera, melanjutkan materi sebelumnya mengenai klasifikasi jamur. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas divisi jamur zigomycota.

Kalian sudah pernah melihat roti yang berjamur tidak? Jika iya, coba perhatikan jamur yang berada pada roti tersebut. Tahu tidak jika jamur yang berada pada roti kadaluarsa adalah salah satu jenis jamur zygomycota?

Penasaran lebih jauh dengan jamur zygomycota? Untuk itu, silahkan disimak baik-baik ya sahabat. Jangan sampai terlewatkan!

Pengertian Zygomycota

zygomycota
pict by https://id.pinterest.com/pin/239394536414181687/

Zygomycota adalah salah satu filum yang berada dalam kingdom Fungi. Zygomycota adalah jenis jamur yang reproduksi seksualnya menggunakan spora yang bernama zigospora dan dihasilkan oleh organ reproduksi zigosporangium.

Jamur zygomycota tidak mengasilkan tubuh buah seperti jamur basidiomycota dan jamur ascomycota. Istilah umum yang digunakan untuk jamur pada divisi zygomycota adalah jamur kapang.

Umumnya jamur zygomycota dapat ditemukan pada roti yang telah berjamur atau pada benda yang busuk di dalam tanah. Contoh jamur zygomycota yang berperan penting dalam pembuatan tempe adalah Rhizopus oligosporus.

Pada saat ini sudah dikenal sekitar 600 jenis jamur zygomycota yang dikenal. Seluruh jamur zygomycota menghasilkan spora nonmotil (aplanospora) dan tidak menghasilkan spora kembar (zoospora).

Hal ini menunjukkan kemajuan dari jamur primitif yang hidup di air menjadi jamur yang mampu hidup di darat. Habitat zygomycota banyak ditemukan di tanah lembab yang kaya akan bahan organik. Sebagian bersifat saprofit dan sebagian lagi parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Ciri Ciri Zygomycota

zygomycota
pict by https://id.pinterest.com/pin/534802524471919423/

Berikut beberapa ciri ciri zygomycota, diantaranya :

  • Multiseluler (Bersel banyak).
  • Pada umumnya jamur zygomycota bersifat mikroskopik dan tidak terlihat oleh mata manusia.
  • Bersifat heterotrof karena tidak mengandung klorofil.
  • Umumya jamur ini bersifat saprofit (saproba) atau mendapatkan makanan dari organisme yang sudah mati.
  • Sebagian kecil jamur zygomycota bersifat parasit.
  • Habitat zygomycota hampir seluruhnya di darat.
  • Hifa yang tidak bersekat dan bersifat senositik (memiliki beberapa inti).
  • Memiliki rizoid. Rizoid adalah hifa yang berfungsi untuk menyerap makanan.
  • Dinding sel terdiri atas zat kiti, tidak memiliki zoospora sehingga sporanya berupa sel-sel berdinding. Spora inilah yang nantinya ajan tersebar kemana-mana.
  • Reproduksi zygomycota secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah. Hifa nantinya akan tumbuh membentuk sporangium. Sporangium berisi spora. Spora yang terhambur akan tumbuh menjadi miselium baru.
  • Reproduksi zygomycota secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa jantan dan hifa betina. Reproduksi zygomycota dilakukan dengan gametangium yang bentuknya sama (hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung banyak inti. Setelah itu, gametangium mengadakan kopulasi.

Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya.

  • Reproduksi zygomycota secara generatif menghasilkan zygospora.
  • Tidak memiliki tubuh buah.
  • Tahan terhadap kondisi lingkungan yang kering dan lingkungan yang buruk.

Struktur Tubuh Zygomycota

Struktur tubuh zygomycota terdiri dari hifa yang tidak bersekat (septa). Hifa yang tidak bersekat hanya akan ditemukan pada bagian tubuh jamur yang membentuk alat reproduksi saja.

Jika jamur hifanya tidak bersekat (septa) atau hifa senositif, maka dapat dipastikan bahwa jamur tersebut kelompok zygomycota. Hifa tidak bersekat adalah ciri khas jamur zygomycota.

Jamur zygomycota memiliki tiga jenis hifa. Diantaranya hifa yang menjalar di permukaan substrat disebut stolon, hifa yang menembus ke dalam substrat yang menyerupai akar disebut rizoid, dan hifa yang menjulang ke atas membentuk sporangium disebut sporangiosfor/spora.

Habitat Zygomycota

Sebagian besar zygomycota adalah jamur terestrial yang bersifat saprofit di tanah, makanan atau hidup pada sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Sebagian dari jamur zygomycota ada yang hidup sebagai parasit pada manusia sehingga menyebabkan penyakit.

Sebagian jamur zygomycota lagi hidup bersimbiosis mutualisme (saling menguntungkan) dengan organisme lain. Contohnya jamur zygomycota dengan ganggang hijau biru atau ganggang hijau yang bersimbiosis membentuk lumut kerak (lichen) dan bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.

Reproduksi Zygomycota

reproduksi zygomycota
pict by tentorku.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa reproduksi zygomycota dilakukan melalui dua cara yaitu secara aseksual (vegetatif) dengan menghasilkan spora. Reproduksi zygomycota yang lain yaitu secara seksual (generatif) dengan peleburan dua hifa (hifa jantan dan hifa betina).

No Reproduksi Seksual  Reproduksi Aseksual 
1 Dua ujung hifa yang berbeda saling bersentuhan, yaitu hifa jantan dan hifa betina Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang mneghasilkan spora
2 Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang memiliki banyak inti haploid Ketika spora jatuh pada lingkungan yang mendukung, maka hifa baru akan tumbuh
3 Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid Hifa bercabang membentuk miselium
4 Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium Tubh jamur terdiri dari rizoid, sporangiofor dengan sporangium dan stolon
5 Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Spora haploid keluar dan jika jatuh ke lingkungan yang cocok akan menjadi hifa Sporangium menghasilkan spora baru

Siklus Hidup Zygomycota

Pada reproduksi seksual jamur zygomycota menghasilkan zigospora. Sedangkan reproduksi zygomycota secara aseksual dengan perkecambahan (germinasi) spora.

Spora selanjutnya disimpan dalam sporangium (kotak spora). Jika spora matang, sporangium akan pecah sehingga spora menyebar dan terbawa angin. Ketika spora jatuh di tempat yang cocok, maka spora akan menjadi hifa baru.

Reproduksi zygomycota secara seksual atau generatif dilakukan dengan cara konjugasi. Reproduksi seksual terjadi di ujung hifa jantan dan hifa betina yang bersentuhan. Selanjutnya kedua ujung hifa menggembung untuk membentuk progametangium yang akan menjadi gametangium.

Dinding gametangium akan pecah, inti gametangium (+) dan inti gametangium (-) bergabung menghasilkan zigospora yang inti diploid. Diantara inti-inti diploid yang terbentuk hanya satu yang hidup, sedangkan sisanya mengalami degenerasi.

Selanjutnya zigospora akan tumbuh dengan dinding menebal dan mengandung bahan makanan cadangan. Jika kondisi lingkungan cocok, dari zigospora akan tumbuh sporangium dan inti di dalamnya membelah secara meiosis menjadi inti haploid.

Sporangium yang masak akan pecah, spora haploid keluar dan tumbuh menjadi hifa baru untuk melanjutkan daur hidup zygomycota.

Peranan Zygomycota

Berikut adalah beberapa peranan zygomycota, diantaranya :

  •  Rhizophus olygosporus adalah jamur yang membantu dalam proses pembuatan tempe. Yaitu dapat menguraikan protein kedelai menjadi protein sederhana dan asam amino dengan bantuan enzim yang dikeluarkan. Karena jamur ini mampu menguraikan, sehingga memiliki kesamaan fungsi dengan bakteri
  • Rhizophus oryzae, jamur ini terdapat pada ragi tape dan bermanfaat untuk pembuatan sake (minuman khas Jepang).
  • Basidiobolus ranarum adalah jamur yang menyebabkan penyakit pada manusia.
  • Entomophtora muscae adalah jamur yang sifatnya parasit pada lalat.
  • Entomophthera culicis jenis jamur ini biasanya digunakan untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypty (penyebab penyakit demam berdarah). Alasannya karena jenis jamur ini hidupnya parasit di dalam rongga tubuh nyamuk, selanjutnya akan menggerogoti membran tubuh nyamuk bagian dalam, sehingga lama kelamaan nyamuk tersebut akan mati.
  • Mucor mucedo adalah jenis jamur yang hidup secara saprofit. Jamur ini sering dijumpai pada sisa makanan, roti dan kotoran ternak. 
  • Rhizopus pylobolus adalah jamur yang sering ditemukan dan tumbuh pada kotoran kuda yang memiliki sporangium yang dapat menunjukkan gerak fototropi.
  • Rhizophus nigricans adalah jamur yang bermanfaat menghasilkanasam fumarat.
  •  Mucor javanicus adalah jenis jamur yang berperan dalam pembuatan tapai karena jamur ini berada dalam ragi tapai. 

Demikian artikel tentang divisi zygomycota. semoga dapat menambah wawasan dan semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung ke website kami.

Tinggalkan komentar