√9+ Fungsi Jaringan Pengangkut Xilem dan Floem Pada Tumbuhan {Lengkap}

Hallo sahabat lentera, pada pertemuan kali ini kita akan membahas fungsi dari jaringan pengangkut.

Ada yang tahu tidak apa jaringang pengangkut? Mungkin ketika kalian mendengar kata tersebut, pikiran kalian akan langsung mengarah pada xilem dan floem? Ketika berkaitan dengan xilem dan floem, pasti pikiran kalian akan mengarah pada tumbuhan.

Tumbuhan memiliki organ-organ penting yang saling bekerjasama satu sama lain, organ-organ inilah yang nantinya akan menjadi satu kesatuan membentuk sistem organ.

Tumbuhan tersusun oleh tiga jaringan utama yang terdiri dari jaringan epidermis, jaringan parenkim dan jaringan pengangkut.

Tumbuhan bisa menjalankan metabolismenya karena dukungan salah satu jaringan, yaitu jaringan pengangkut. Samahalnya dengan manusia yang memiliki sistem pembuluh darah sebagai pengangkut zat ke seluruh tubuh.

Kalau pada tumbuhan kita mengenalnya sebagai jaringan pengangkut yang tediri dari xilem dan floem.

Nah, pada pembahasan kali ini kita akan mengulas secara detai tentang jaringan pengangkut, macam-macam jaringan pengangkut, pengertian xilem dan pengertian floem beserta fungsi xilem dan fungsi floem.

Yuk, kita simak besama penjelasannya.

Pengertian Jaringan Pengangkut

pengertian xilem dan pengertian floem
picture by dr282zn36xxxg.cloudfront.net

Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi mengangkut senyawa kimia yang diperlukan tubuh tumbuhan.

Semua sel yang ada dalam tubuh tumbuhan mendapatkan semua nutrisi melalui jaringan pengangkut.

Jaringan pengangkut pada tumbuhan berkembang dari jaringan meristem primer yang kemudian membentuk jaringan pengangkut primer.

Pada tumbuhan dikotil, terbentuklah jaringan pengangkut sekunder yang berkembang dari aktivitas jaringan meristem sekunder (kambium).

Kalian tahu tidak, apa saja macam-macam jaringan pengangkut? Mungkin sudah bukan hal yang asing lagi, bahwa jaringan pengangkut pada tumbuhan dibagi menjadi dua macam yaitu xilem dan floem.

Lalu apa fungsi xilem dan floem? Mari simak pembahasannya, langsung saja geser ke bawah untuk penjelasan lengkapnya.

Fungsi Xilem dan Floem

Xilem dan floem merupakan macam-macam jaringan pengangkut yang dibedakan berdasarkan sifatnya. Xilem dan floem adalah jaringan pada tumbuhan yang saling berkaitan.

Berikut beberapa fungsi xilem dan fungsi floem, mari simak penjelasannya.

Fungsi Xilem

Beberapa fungsi xilem pada tumbuhan adalah sebagai berikut :

  • Xilem memungkinkan tumbuhan tingkat tinggi dapat bergerak tinggi.
  • Mengangkut hormon yang dihasilkan tumbuhan ke tempat yang membutuhkan.
  • Menarik air dari tanah dengan adanya tekanan negatif pada jaringan xilem

Fungsi Floem

Beberapa fungsi floem pada tumbuhan adalah sebagai berikut :

  • Mengangkut sukrosa hasil fotosintesis ke daerah yang dibutuhkan.
  • Mengangkut hormon yang dihasilkan tumbuhan menuju bagian tumbuhan yang membutuhkan.
  • Mengangkut asam amino.
  • Mengangkut mRNA sebagai sinyal tumbuhan.

Jaringan Xilem / Jaringan Kayu

Jaringan xilem adalah salah satu jaringan pengangkut yang berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara menuju tanah.

Air dan unsur hara, nantinya akan masuk melalui jaringan akar. Mulai dari epidermis hingga sampai pada pembuluh kayu yang mengangkut air dan unsur hara naik ke bagian organ tumbuhan yang lain seperti batang atau daun.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jaringan xilem mengangkut senyawa yang berlawanan dengan gravitasi bumi. Ada beberapa hal yang menyebabkan air dan unsur hara seperti mineral tersebut naik, yaitu tekanan akar dan daya hisap daun.

Jaringan xilem dibentuk oleh sel-sel mati (sel yang sudah tidak aktif dalam melakukan metabolisme dan tidak bereproduksi) dan juga disusun oleh beberapa sel yang masih hidup untuk mendukug sel-sel yang mati. Ada beberapa unsur penyusun xilem, diantaranya:

Unsur Penyusun Xilem

  • Trakea

Trakea adalah salah satu komponen penyusun xilem yang tersusun dari sekumpulan sel yang dinding sel lateralnya mengalami penebalan oleh zat kayu (lignin).

Trakea berbentuk tabung dengan dinding tebal. Tabung trakea dilapisi selulosa sekunder dan zat kayu (lignin) sehingga teksturnya keras dan kuat.

Trakea adalah komponen penyusun xilem yang banyak ditemukan pada semua tumbuhan berbiji tertutup atau angiosperma. Sedangkan pada tumbuhan berbiji terbuka atau gimnosperma, komponen ini tidak ditemukan kecuali pada Gnetaceae (keluarga tanaman melinjo).

  • Trakeida

Trakeida adalah bagian komponen penyusun xilem yang memiliki diameter lebih kecil dibandingkan dengan diameter trakea. Trakeida memiliki diameter dengan rata-rata 30 mm.

Walaupun ukuran diameter trakeida lebih kecil, namun ukuran trakeida lebih panjang dibandingkan ukuran trakea.

Dengan adanya trakeida, xilem mampu mempertahankan kondisi ketika air yang telah masuk kedalam tumbuhan tidak dapat kembali ke tanah akibat adanya pengaruh gravitasi bumi.

Dinding sel trakeida tebal, berkayu, dan hanya terdapat pada semua tumbuhan berbiji atau spermatophyta. 

  • Parenkim Xilem

Parenkim xilem dapat ditemukan pada xilem primer atau xilem sekunder. Parenkim xilem umumnya terdiri dari sel-sel yang masih hidup.

Pada xilem sekunder terdapat dua jenis parenkim, yaitu parenkim kayu dan parenkim jari-jari empulur.

Salah satu ciri parenkim kayu adalah sel-selnya dibentuk oleh sel pembentuk fusi dari komponen trakea yang dindingnya sering mengalami penebalan.

Parenkim jari-jali empulur memiliki dua bentu dasar, yaitu bersumbu panjang ke arah vertikal dan bersumbu panjang ke arah radial.

Parenkim xilem berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan yang berupa amilum atau zat tepung.

Amilum atau zat tepung yang dihasilkan parenkim xilem biasanya tertimbun sampai saat-saat pertumbuhan. Kemudian akan berkurang akibat digunakan, seiring dengan bertambahnya aktivitas kambium pada tumbuhan.

Jaringan Floem / Pembuluh Tapis

Floem atau jaringan tapis adalah salah satu komponen jaringan pengangkut yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju seluruh bagian tanaman untuk proses pertumbuhannya.

Jaringan floem tersusun dari sel hidup dan sel mati. Sel-sel yang menyusun floem antara lain parenkim floem, unsur tapis, sel pengantar, sel albumen dan serat floem.

Unsur-unsur kibral adalah salah satu sel penyusun floem yang berfungsi sebagai saringan atau filter. Unsur kibral disusun oleh dua komponen yaitu sel tapis dan komponen pembuluh tapis.

Unsur Penyusun Floem

Unsur-unsur penyusun jaringan floem terdiri dari:

  • Parenkim Floem 

Parenkim floem berfungsi sebagai tempat penyimpanan karbohidrat, resin, tanin dan zat organik lainnya.

  • Sel Pengantar 

Sel pengantar atau pengiring merupakan salah satu sel penyusun floem yang terdapat di seluruh organ floem.

Salah satu cirinya adalah sel-sel hidup yang bersifat meristematik atau sel yang aktif membelah.

Sel pengantar berfungsi sebagai pembawa hormon penyembuh luka dan sebagai penyedia bahan makanan menuju sel-sel yang masih hidup.

  • Sel Albumin

Sel albumin merupakan sel jari empelur yang kaya akan zat putih telur. Sel ini berupa sel mati yang memliki fungsi sebagai pelindung sel pengantar.

  • Serat Serat / serabut Floem

Serabut floem adalah jaringan sklerenkim yang berfungsi untuk memperkuat pembuluh floem.

Serat penyusun floem terdiri dari dua komponen floem, yaitu floem primer dan floem sekunder.

Floem primer biasanya ada di dalam organ tumbuhan yang masih mengalami pertumbuhan memanjang. Sedangkan serat floem sekunder berada di dalam sel kambium.

  • Unsur Tapis

Ciri-ciri dari unsur tapis adalah inti selnya hilang dari protoplasma dan bagian dinding sel tipis.

Daerah tapis adalah daerah cekung di dinding yang berpori-pori dan merupakan daerah noktah yang telah dimodifikasi.

Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata untuk menghubungkan dua unsur tapis yang saling berdampingan. Sel-sel tapis ini merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing pada bidang tangensial dan membulat pada bidang radial.

Dinding lateral banyak mengandung daerah tapis yang berpori. Pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya akan saling menempel pada dinding ujung sel di bawahnya atau dinding ujung sel di atasnya.

Sehingga terbentuklah deretan sel-sel yang memanjang atau yang disebut dengan pembuluh tapis.

Tipe Dasar Jaringan Xilem dan Floem

Berdasarkan letak xilem dan floemnya, jaringan pengangkut dibedakan menjadi tiga tipe dasar, diantaranya :

  • Kolateral

Kita bisa membedakan dua tipe jaringan pengangkut pada tumbuhan. Kedua tipe ini disebut dengan kolateral. Tipe kolateral terjadi pada jaringan pengangkut dimana letak xilem dan floem berdampingan.

Untuk foem yang berada pada bagian luar. Tipe kolateral ini dibagi menjadi tiga, diantaranya:

1. Kolateral Tertutup

Jika diantara xilem dan floem tidak terdapat kambium, maka akan terbentuk kolateral tertutup.

Pada tipe kolateral tertutup biasanya akan dikelilingi jaringan sklarenkim.

2. Kolateral Terbuka

Kolateral terbuka akan terbentuk jika diantara xilem dan floem terdapat kambium. Seperti contoh pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae.

Pada kolateral terbuka kambium menjadi penghubung antara xilem dan floem.

Berdasarkan letaknya,kambium dibedakan menjadi dua yaitu kambium fasikuler dan kambium interfasikuler.

3. Bikolateral

Jika xilem berada diantara dua floem, maka disebut dengan bikolateral. Diantara floem bagian luar dan xilem ada kambium, sedangkan antara xilem dan floem bagian dalam tidak terdapat kambium.

  • Konsentris

Konsentris adalah jaringan pengangkut yang letaknya di tengah-tengah, sedangkan jaringan pengangkut lain mengelilingi unsur yang berada di tengah.

Pada tipe konsentris ini letak xilem dikelilingi oleh floem atau sebaliknya. Tipe konsentris dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Konsentris Amphikibral

Konsentris amphikibral adalah ketika xilem berada di tengah-tengah dan floem mengelilingi xilem. Umumnya dapat ditemukan pada tumbuhan yang bergolongan paku-pakuan.

2. Konsentris Amphivasal

Konsentril amphivasal adalah ketika floem berada ditengah-tengah, sedangkan xilem mengelilingi floem. Contohnya pada tumbuhan rizoma acorus calamus.

  • Radial

Tipe radial terjadi apabila xilem dan floem bergantian menurut arah jari-jari lingkarannya. Contohnya terdapat pada akar primer dikotil dan akar tumbuhan monokotil.

Demikianlah pembahasan kali ini tentang pengertian jaringan pengangkut, fungsi xilem, fungsi floem, unsur penyusun xilem, unsur penyusun floem dan tipe dasar jaringan xilem dan floem.

Semoga bermanfaat dan semoga dapat menambah wawasan. Terimakasih sudah berkunjung di website kami.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: