TEMBUNG GARBA

√ 53+ Contoh Tembung Garba lan Tegese {Paling Lengkap}

Hallo sahabat lentera, setelah sebelumnya kita sudah membahas tembung saroja dan tembung entar, pada kesempatan kali ini kita masih akan membahas salah satu dari macam macam tembung yaitu tembung garba.

Sebelum masuk ke contoh tembung garba, yuk kita cari tahu terlebih dahulu pengertian dari jenis tembung tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya!

Pengertian Tembung Garba

Sebelum masuk materi lebih jauh, kita perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan tembung garba? Karena pertanyaan seperti tembung garba yaiku? sering muncul dalam soal ujian bahasa Jawa.

Untuk itu, kita bahas pengertian dari tembung Jawa ini terlebih dahulu.

Tembung garba yaiku tembung loro utawa luwih sing digandheng lan diringkes dadi siji sarana nyuda cacahing wandane.

Ada juga yang mengatakan “tembung garba yaiku tembung loro sing digandheng dadi siji kanthi ngurangi cacahing wanda.”

Tembung garba juga disebut tembung sinandhi

Tembung ini adalah salah satu jenis tembung dalam bahasa Jawa. Termbung garba adalah tembung yang berasal dari dua kata atau lebih yang berbeda dengan mengurangi jumlah suku katanya dan membentuk kata baru.

Lebih mudahnya lagi, tembung garba adalah tembung yang terbentuk dari menyingkat dua kata agar mudah dalam mengucapkan dan lebih ringkas.

Pada umumnya, tembung ini digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama pada percakapan antara orang yang usianya sepadan atau lebih mudah dan sifat katanya kiasan. Karena jika ditujukan pada orang yang usianya lebih tua, maka kurang sopan.

Perbedaan Tembung Garba dengan Tembung Camboran 

Jika pada pembahasan sebelumnya kita juga membahas tembung camboran. Maka akan lebih mudah jika kita mengetahui perbedaan dari keduanya.

Ada yang masih ingat, apa tembung camboran itu? untuk itu, mari kita simak perbedaan kedua tembung ini agar lebih mudah dipahami.

Perbedaannya, jika pada tembung camboran gabungan dua katanya tidak merubah suara huruf vokal. Sedangkan pada tembung garba akan ada perubahan dalam huruf vokalnya.

Karena pada tembung garba perubahannya tidak sembarangan, maka ada rumus yang mengatur perubahan huruf vokalnya. Nah, untuk mengetahui rumusnya baca baik-baik sampai selesai ya 🙂

Jenis Tembung Garba dan Contohnya 

tembung garba lan tegese
by google

Berikut macam macam tembung garba, diantaranya:

Tembung Lumrah 

Merupakan jenis tembung yang berasal dari dua kata tanpa ada perubahan huruf atau perubahan suku kata, hanya berupa penggabungan kata biasa. Contoh:

  • Wanodya + ayu tegese wanodyayu “tiyang estri ingkang ayu” (perempuan cantik)
  • Siti + inggil tegese sitinggil “papan ingkang langkung inggil saking sanesipun/papan kinurmatan”

Tembung Garba Sustrawan 

Tembung ini adalah jenis tembung yang berasal dari perpaduan dua kata menjadi satu. Namun ada perubahan atau penambahan huruf W. Contoh:

  • Tembung nuju + ari tegese nujuwari “ing dinten”. Nujuwari artinya “pada hari”.
  • Tembung ratu + agung tegese ratwagung “raja ingkang ageng panguwaosipun”

Tembung Garba Sustra Ye

Termbung garba sustra ye adalah salah satu macam tembung yang menambahkan huruf “Y” untuk menyambung. Contoh:

  • Sedyarsa berasal dari kata sedya + arsa tegese tujuane utowo karepe (tujuan atau keinginan)
  • Sugyarta berasal dari kata sugih + arta tegese sugih dhuwit (punya banyak uang)

Tembung Garba Warga Ha 

Merupakan jenis tembung yang dibentuk dengan menambah beberapa huruf, seperti:

  • Narendra= nara + endra tegese wong sing pangwasane kaya bathara endra
  • Narpendah= narpa + endah tegese ratu sing ayu

Sandi Tembung Garba 

Bukan hanya dalam pelajaran hitung menghitung yang membutuhkan rumus atau sandi dalam bahasa Jawa juga terikat aturan.

Berikut sandi yang digunakan untuk membuat atau membentuk kata menjadi tembung garba:

  • a + i = e
    ana + ing = aneng

 

  • a + u = o
    wira + utama = wirotama

 

  • a + e = e
    nara + endra = narendra

 

  • u + a = wa
    ratu + agung = ratwagung

 

  • u + e = we
    jalu + estri = jalwestri

 

  • u + i = we/wi
    mungguh + ing = munggwing

 

  • i + a = ya
    taksih + alit = taksyalit

Fungsi Tembung Garba 

Jenis tembung Jawa ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari agar lebih mudah dalam pelafalannya.

Karena fungsinya untuk mempermudah dan meringkas kata, maka pengurangan suku kata tembung garba dibuat berdasarkan aturan guru wilangan dalam tembang macapat.

Fungsi ini sejalan dengan pengertian tembung garba menurut :

Menurut Setiyanto (2007:93), tembung garba adalah penggabungan dua kata menjadi satu sesuai dengan mood bicara atau kelenturan lidah orang Jawa, sehingga pada jenis tembung ini ada pengubahan vokal. 

Kosa Kata atau Contoh Tembung Garba

Jika sudah mengetahui sandi dalam membentuk tembung garba, maka akan lebih mudah dalam menganti suatu kata. Berikut tuladha tembung garba:

A

  • aglis saka tembung age lan gelis.
  • aneng = ana dan ing.
  • araneki = arane dan iki.

D

  • dadyawuh = dadi ewuh.
  •  dhemenyar =dhemen dan anyar.
  • dupyarsa = dupi dan arsa.

J

  • jalwestri = jalu dan estri.

K

  • kadya = kadi dan kaya.
  • kajwareng = kajuwara dan ing.
  • kalokeng = kaloka dan ing.
  • kapyarsa = kapireng dan arsa.
  • kalyan = kalih dan lan.

L

  •  lagyantuk = lagi dan antuk.
  •  lagyaning = lagi dan ning.
  • lebdheng = lebdha dan ing.
  • lumakweng = lumake ing.
  • lumebeng = lumebu dan ing.

M

  • maharja = maha dan raja.
  • maharsi = maha dan arsi.
  • mahmeru = maha dan meru.
  • malebeng = malebu dan ing.
  • mungging = mungguh dan ing.
  • murbeng = murba dan ing.
  • murweng = murwa dan ing.

N

  • narendra = nara dan indra.
  • narpati = nara dan dipati.
  • narpendah = narpa dan endah.
  • nateng = nata dan ing.
  • nujwari = nuju dan ari.

P

  • prapteng = prapta dan ing.
  • prawireng = prawiro dan ing.
  • prawirotama = prawiro dan utama.
  • priyagung = priya dan agung.
  • priyangga = priya dan angga.

R

  • ratwagung = ratu dan agung.
  • ratwelok = ratu dan elok.

S

  • sarotama = saru dan utama.
  • sedyarsa = sedya dan arsa.
  • sinom = isih dan enom.
  • sireku = sira dan iku.
  • sitinggil = siti dan inggil.
  • sugyarta = sugih dan arta.
  • sumbangsih = sumbang dan asih.
  • surendra = sura dan indra.
  • sureng = sura dan ing.
  • sutendra = suta dan indra.

T

  • taksyalit = taksih dan alit
  •  tankocap = tanpa dan ucap.
  •  tumengeng = tumenga dan ing.
  •  tumekeng = tumeka dan ing.
  •  tumujweng = tumuju dan ing.

W

  •  wirotama = wiro dan utama.

Y

  •  yeku = ya da iku.

Penutupan 

Demikianlah pengertian, jenis dan contoh tembung garba dalam bahasa Jawa. Sudah sewajarnya sebagai masyarakat Jawa yang lahir dan besar di Jawa untuk paham mengenai tetembungan.

Artikel Terkait :

Tembung Saroja 

Tembung entar 

Tembung plutan

Tembung lingga 

Tembung andhahan

Tembung dasanama

 

Tinggalkan komentar